Pendidikan

Widodo: Soal UNBK, Sekolah Jangan Paksakan Diri Jika Belum Siap

Kepala Disdik Prov. Sumsel Drs. Widodo, M.Pd

Banyuasinonline.com, Palembang – Sekolah masih tetap bisa melaksanakan Ujian Nasional (UN) secara manual atau menggunakan kertas kalau memang belum sanggup melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK). Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Drs Widodo Mpd.

Dikatakan, sekolah tidak perlu untuk memaksaakan diri untuk UNBK kalau fasilitas belum memadai.

“Ibaratnya kebutuhan komputer ini adalah pelengkapnya, yang wajibnya sudah disediakan pemerintah, jadi orang tua yang mampu secara finansial tidak ada salahnya untuk membantu sekolah secara sukarela. Tapi alangkah lebih baik kalau sekolah tidak memaksakan diri, sebab pemerintah membuat kebijakan sekolah gratis itu untuk memfasilitasi semua anak agar bisa sekolah, namun demikian tidak bisa mengcover seluruh proses sarana dan prasarana belajar mengajar,” ucapnya saat diwawancarai diruang kerjanya, Kamis (23/2).

Widodo mengatakan, jangan sampai orang tua, apalagi yang tidak mampu secara finansial dipaksakan untuk membayar. “Orang tua yang tidak mampu atau bisa dibilang kategori miskin harus dibebaskan dan untuk orang tua yang mampu tidak ada salahnya untuk memberikan fasilitas untuk anaknya sendiri,” terangnya.

Widodo juga menambahkan, perlu ada pembicaraan antara orang tua dan pihak sekolah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. “UNBK ini bukan kewajiban, kalau belum siap tidak usah laksanakan UNBK,” tegasnya.

Widodo juga mengatakan, kalau semua orang tua berpikir semua tanggung jawab yang berhubungan pendidikan adalah tangung jawab pemerintah, pendidikan tidak akan maju.

“Pemerintah sudah menyediakan dasar-dasarnya, kebutuhan pokok agar tetap bisa survive, selebihnya harus ada peran orang tua,” ujarnya.

Widodo menghimbau kepada pihak sekolah agar melakukan diskusi dan pembicaraan dengan baik kepada orang tua, begitu pun dengan komite sekolah, harus terbuka. “Jangan sampai ada paksaan, misalnya menetapkan tarif, buatlah bentuk sumbangan sukarela bukan pungutan,” imbuhnya.

Diketahui, Dinas Pendidikan Sumatera Selatan sudah mengajukan 3.164 unit komputer dan 94 unit server kepada pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi SMK di Sumsel. Pengajuan bantuan komputer ini dilakukan untuk menyukseskan pelaksnaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dijelaskan pula, pemerintah telah menyiapkan 40.000 unit kumputer untuk dibagikan kepada semua SMA dan SMK di Indonesia. Tahapannya melalui proses usulan dari sekolah yang diteruskan oleh Disdik Sumsel ke Kemendikbud.

“Saat ini yang sudah terdata ada 3.164 umit komputer dan 94 unit server untuk SMK. Jumlah ini akan kita ajukan ke pemerintah, masalah dikabulkan atau tidak kita belum tahu tetapi kita sudah berusaha. Selain dari APBN, akhir tahun nanti juga akan ada bantuan dari APBD Sumsel untuk 80 sekolah yang ada di Sumsel dan masing-masing sekolah akan mendapatkan 40 unit komputer,” ungkapnya.

Widodo menjelaskan, syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut, sekolah harus memiliki listrik dan fasilitas internet, lokasi bisa dijangkau dan hanya kekurangan fasilitas komputer saja.

“Bantuan komputer ini akan kami salurkan ke sekolah-sekolah di daerah seperti di Pali, Muratara, Banyuasin, Musi banyuasin, dan ada beberapa daerah lagi,” pungkasnya.(Hasan/hs)

STIA
Ke Atas