Berita Palembang

Weekend Yuk! Menelusuri Jejak Kejayaan Bumi Sriwijaya

Pulau Kemaro di Palembang, Sumatera Selatan.

Sumber : Kompas.com

MENJEJAKI kota tertua di Indonesia bisa menjadi pilihan akhir pekan anda yang menyenangkan dan berbeda. Pilihannya adalah menjelajah kota Palembang di Sumatera Selatan.

Palembang merupakan kota tertua yang usianya kurang lebih 1382 tahun. Dari catatan sejarahnya tentu saja banyak destinasi wisata yang kaya akan cerita sejarah dan budayanya.

1. Jembatan Ampera

Satu destinasi yang tidak boleh terlewatkan saat traveling, yaitu mengunjungi ikon dari kota tersebut. Kalau di Palembang adalah Jembatan Ampera.

ARSIP KOMPAS TV Jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan.

Bentuknya mirip dengan Golden Gate Bridge yang ada di San Francisco. Jembatan yang dibangun pada tahun 1962 ini dengan gagah membelah sungai Musi sepanjang 1117 meter dan tinggi 63 meter.

2. Stadion Gelora Sriwijaya

Ada satu lagi bangunan yang menjadi ikon kota Palembang, yaitu Stadion Gelora Sriwijaya. Stadion yang dikenal juga dengan nama Stadion Jakabaring ini merupakan stadion kebanggan warga Palembang.

Stadion ini pernah menjadi tuan rumah di salah satu ajang Internasional, yaitu Sea Games pada tahun 2011.

Sesuai dengan namanya, bentuk stadion ini menyerupai kapal yang menunjukkan simbol kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.

Stadion ini tidak pernah sepi setiap harinya. Selain menjadi markas klub sepakbola Sriwijaya, warga menggunakannya sebagai tempat olahraga dan ajang berkumpul.

KOMPAS/EDDY HASBY Kawasan Benteng Kuto Besak di Palembang, Sumatera Selatan.

3. Benteng Kuto Besak

Mengenal sejarah masa lampu Palembang dapat dilihat dari bangunan sejarahnya. Salah satunya Benteng Kuto Besak.

Benteng yang memiliki panjang 288 meter dan lebar 187 meter ini dibangun pada masa Sultan Mahmud Badaruddin I selama 17 tahun.

4. Pulau Kemaro

Tidak berada jauh dari Benteng Kuto Besak, terdapat dermaga kecil yang akan mengantar kita ke sebuah pulau legenda yang berbalut romantisme. Yaitu kisah cinta antara Tan Bu An dan Siti Fatimah. Pulau itu adalah Pulau Kemaro.

KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM Jalan menuju pagoda sembilan lantai di kompleks Kelenteng Hok Cing Bio di Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/1/2014), sudah mulai dihiasi lampion.

Pulau Kemaro memancarkan pesona dengan unsur budaya Tionghoanya. Di dalamnya terdapat Kelenteng dan Pagoda.

Selain sebagai tempat peribadatan warga Tionghoa, Pulau Kemaro juga sering didatangi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat mengenai budaya China.

Ada satu yang cukup unik. Warga lokal menyebut Pulau Kemaro ini sebagai pulau jodoh. Jawabannya ada di sebuah pohon.

Di sini ada pohon yang dinamakan pohon cinta. Mitosnya jika menuliskan nama beserta pasangannya, dipercaya akan langgeng.

ARSIP KOMPAS TV Masjid Al Islam Muhammad Ceng Ho di Palembang, Sumatera Selatan.

5. Masjid Al Islam Muhammad Ceng Ho Palembang

Ada bangunan yang cukup unik di kota Palembang. Yaitu Masjid  Al Islam Muhammad Ceng Ho Palembang yang pembangunannya diprakarsai oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia atau PITI.

Masjid yang dibangun di atas lahan 5.000 meter persegi ini merupakan simbol multikultural di Palembang. Arsitekturnya mencerminkan perpaduan unsur budaya Tionghoa dan juga Islam.

ARSIP KOMPAS TV Masjid Al Islam Muhammad Ceng Ho di Palembang, Sumatera Selatan.

Nuansa budaya Tionghoa terlihat dari pilar masjid yang didominasi oleh warna merah. Sedangkan nafas Islami tercermin dari bagian menara Masjid yang terdiri dari lima lantai yang melambang lima waktu sholat.

6. Pempek Murah Meriah dan Enak

Siapa yang tidak kenal dengan makanan khas Palembang ini. Pempek, makanan yang berbahan baku ikan dan tepung ini memang menjadi ikon kuliner di Palembang.

ARSIP KOMPAS TV Pempek, makanan khas Palembang.

Dalam catatan sejarah, pempek sudah ada sejak abad ke 16 ketika perantau China masuk ke Palembang. Di sepanjang Jalan Mujahidin, Pasar Ilir 26 kita akan menemui deretan penjual Pempek.

Tidak perlu risau soal harga dan rasa. Dengan harga yang murah meriah yaitu Rp 1.000 per buah anda akan menikmati pempek khas Palembang yang enak.

7. River Side Restaurant

Sesuai dengan namanya, River Side Restaurant ini berada di tepian Sungai Musi. Restoran yang didesain menyerupai bentuk kapal ini, tidak pernah sepi pengunjung.

ARSIP KOMPAS TV River Side Restaurant di tepian Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.

Selain menawarkan menu yang bervariasi, kita bisa menikmati pemandangan keindahan Jembatan Ampera dan kota Palembang di malam hari. menu yang wajib dicoba adalah Iga Bakar River Side dan Sakura Juice. (KOMPAS TV/ARIEN PRIHAYUTI)

 

Sumber berita :

http://travel.kompas.com/read/2016/03/19/091200727/Weekend.Yuk.Menelusuri.Jejak.Kejayaan.Bumi.Sr

STIA
Ke Atas