Sembawa

Warga Desa Sungai Rengit Protes Sungai ditimbun Perusahaan Sawit

Air Sungai Tidak Mengalir Akibat ditimbun Perusahaan Sawit, Warga Sembawa Protes

Warga Desa Sungai Rengit Protes Sungai ditimbun Perusahaan Sawit

BANYUASIN ONLINE, SEMBAWA – Masyarakat Desa Sungai rengit Kecamatan Sembawa mendatangi lokasi penimbunan sungai yang merupakan milik salah satu perkebunan kelapa sawit di desa tersebut. Hal ini dikarenakan karena penimbunan itu sungai didesa tersebut tidak mengalir, Selasa (24/5).

Seperti diungkapkan perwakilan warga Desa Sungai Rengit Rivai, menurutnya sejak adanya pembukaan lahan perkebunan sawit yang ada di desa tersebut sungai jadi tersumbat karena ditimbun oleh tanah milik perkebunan tersebut.

“Kami memprotes karena sejak adanya perkebunan kelapa sawit ini sungai jadi tersumbat karena ditimbun oleh perusahaan. Kami minta pihak perusahaan memperhatikan drainasenya,” ujar Rivai didampingi warga lain.

Warga mendatangi lokasi penimbunan sungai di Perkebunan Kelapa Sawit perusahan tersebut. Mereka menyuarakan kekesalan terhadap ulah  yang dianggap banyak menuai bencana di daerahnya itu. Menurut warga, akibat sungai ditimbun didesanya sering terjadi banjir karena air tidak mengalir.

“Tolong jangan timbun sungai kami, dulu sungai ini biasa digunakan warga melintas menggunakan perahu, namun sejak sungai ditimbun air sungai tersumbat dan sungai pun hilang, ” katanya.
Rivai menegaskan, warga saat ini sudah kesal lantaran selama ini desa sering banjir akibat sungai tidak mengalir. Untuk itu warga meminta perusahaan harus peduli dengan cara melakukan normalisasi saluran sungai.

“Tak hanya menormalisasi sungai, kami juga meminta perusahaan melakukan perawatan sungai secara berkala, sehingga tidak terjadi penyumbatan sungai yang mengakibatkan  banjir ,”  tegas Rivai.

Dijelaskan Rivai, sungai yang ditimbun lebarnya sekitar 5 meter dengan panjang sekitar 2 kilometer. Aliran sungai yang berada dari perusahaan itu menuju ke sungai yang lebih besar di desa Sungai rengit. Warga berjanji akan kembali berunjuk rasa jika perusahaan tidak memenuhi tuntutan masyarakat.

“Kami akan kembali bila tuntutan tak digubris,” terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Sungai Rengit Murni Syafri membenarkan bahwa sungai didesa tersebut tersumbat karena ditimbun tanah oleh perusahaa. Dia meminta masyarakat jangan gegabah dan tetap tenang menyikapi masalah tersebut.

“Kita akan sampaikan keluhan warga ini pada pihak perusahaan. Kami minta masyarakat tenang dan jangan berbuat anarkis,” pukasnya.

STIA
Ke Atas