market4.ir how to setup a bitcoin miner 2017
Asian Games 2018

Target Emas, Cabor Boling Optimis Bersaing Dengan 22 Negara

Atlet Boling dari 12 Provinsi bersaing menjadi yang terbaik, pada Kejurnas Boling, Road to Asian Games di Boling Center, Jakabaring Sport Center (JSC) Palembang. (Foto:Humas Pengprov PBI Sumsel)

Palembang, Banyuasinonline.com – Atlet cabang olahraga (cabor) Boling, Pengurus Besar (PB) Persatuan Boling Indonesia (PBI) optimistis, dapat bersaing dengan peserta dari 22 negara lainnya dan menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia, pada perhelatan Asian Games 18,  Agustus mendatang. Palembang, Senin (26/2).

Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Harian PB PBI Cahyo Yadi, dibincangi disela Kejuaraan Nasional Boling, Road to Asian Games, di Boling Center Jakabaring Sport City (JSC), berharap target emas pasti ada peluang trio dan master dengan latihan tekun dan kerja keras.

“(Target emas) Pasti ada ya.  Peluang kita ada pada nomor trio dan master. Dengan latihan yang tekun dan keras dari atlet, serta dibawah bimbingan pelatih. Mudah-mudahan kita bisa muwujudkannya,”harapnya

Karena itu dia meminta kepada atlet yang turun di kejurnas, dapat memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Serta mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik, agar atlet yang keluar sebagai pemenangan. Benar-benar yang terbaik dan mampu bersaing dengan atlet dari negara Asia lainnya.

“Dari situ dan talent scouting akan memberikan nilai,  mana-mana atlet yang akan diikutsertakan dalam Pelatnas,” ujarnya.

Untuk lokasi Pelantas sendiri, Cahyo memastikan bakal dilaksanakan di Palembang. Tujuannya, agar atlet lebih mengenal dan mampu beradaptasi, dengan karakteristik lintasan di Boling Center di JSC yang akan menjadi venue pertandingan. Rencananya, Pelatnas akan dimulai April mendatang.

“Kita (Indonesia) masih diberi jatah 13 pemain. Padahal idealnya kalau 6 putra dan 6 putri. Idealnya masing-masing dapat satu cadangan. Karena siapa tahu, sampai Juni nanti ada yang cidera, sakit atau  berhalangan. Sebab pada akhir Juni itu, kita sudah harus siap 100 persen, karena akan dilakukan entry form by name,” ungkapnya.

Dengan didukung fasilitas penunjang venue berstandar internasional, yang memiliki 40 lintasan dan menggunakan mesin scoring terbaru dari AMF. Diyakini dapat membuat atlet Indonesia lebih termotivasi untuk berlatih.

“Mesin terbaru ini beda dengan lama. Sistem skoringnya lain, kemudian mesin yang didalam itu sudah berbeda. Di Asia, mesin ini baru ada 3 yang menggunakannya . Azerbaijan, Dubai dan Palembang. Kita sangat bersyukur bisa memilikinya,”katanya.

Cahyo menambahkan, sebelum turun di Asian Games, pihaknya akan melakukan dua kali try out lagi, guna mempersiapkan diri. Tapi untuk lokasinya belum ditentukan.

“Yang pasti kita sudah dapat izin dari Menpora, untuk melakukan dua kali try out,” urainya.

Sementara untuk penyelenggaraan kejurnas tes event Road to Asian Games, yang digelar 25-28 Februari  dan diikuti 33 peboling putri 48 maupun peboling putra dari 12 provinsi. Ada beberapa catatan yang akan menjadi bahan evaluasi pihaknya.

“Ada yang bersifat tekhnis, seperti dalam pencatatan di papan skor. Maupun lainnya. Semua akan kita perbaiki, agar pada saat Asian Games berlangsung, semua sudah sempurna. Begitupula untuk fasilitas pendukung di dalam venue, yang masih dibutuhkan penambahan ruangan. Misalnya untuk kesehatan, tempat tes doping dan lainnya,”bebernya.

Sementara itu, Ketua Pengprov PBI Sumsel Kurmin Halim akan berupaya memanfaatkan keberadaan Boling Center di JSC, dengan semaksimal mungkin. Sehingga setelah Asian Games selesai, venue tersebut akan dijadikan sebagai sarana pengembangan bibit lokal, yang berkelas global.

Dia juga berjanji, tidak akan membeli atlet dari luar Sumsel dan berkomitmen untuk memaksimalkan kualitas putra dan putri daerah. Dengan menggandeng pihak sekolah, kampus, dan perkantoran.

“Kami yakin, dengan venue standar internasional yang kita miliki, akan muncul bibit Boling dari sini, Yang mampu bersaing dan berprestasi tidak hanya ditingkat nasional, bahkan hingga internasional,”harapnya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, kejurnas tersebut merupakan ajang menguji kesiapan venue dan juga panitia penyelenggara.

“Selain mencari bibit atlet, test event ini juga mencari kekurangan dari venue,” kata Alex

Editor : FSS

Populer

STIA
Ke Atas