Lingkungan

Talang Kelapa Penyumbang Sampah Terbesar

Penampakan Sampah di beberapa titik di Talang Kelapa

Talang Kelapa Penyumbang Sampah Terbesar

Penampakan Sampah di beberapa titik di Talang Kelapa

Talang Kelapa (Banyuasin Online) – Perilaku untuk tidak membuang sampah seenaknya sepertinya sepele. Tapi nyataanya sedikit orang dengan kesadarannya, mau turun tangan membersihkan. Tak pelak volume sampah terus menumpuk dan berserakan, ditepi jalan atau dipinggiran kali. Hingga membuat siapa saja melihatnya tidak nyaman, Minggu (10/4/2016)

Seperti yang terjadi di jalan menuju perumahan Griya Jaya Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, sampah plastik rumah tangga. Begitu menjengkelkannya,  telah mencemari dengan menebarkan aroma busuk, dan jadi sumber penyakit. Walau pun sudah jelas-jelas spanduk larangan lengkap dengan ancaman pidana terpampang, tapi kesannya tak kurang digubris.

“Sukarela ini mas, juga tanggung jawablah, pertama nyaman rasanya kalau bersih. Gimana kalau lagi makan, lihat sampah, ilang selera jadi. Kalau dibiarkan kotor sungai ini, apa harus nunggu terlanjur rusak, masih ada waktu, walah terlambat sih” ujar Yanto (38).

Dikatakan warga Desa Talang Bulu, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin,  setiap sore atau hari-hari libur, kawasan sungai di luar perumahan, ramai jadi tempat hiburan memancing warga.

“Ya untuk menghilangan penat, makanya mancing, ikannya kayak sepat sama gabus masih ada, sedang musim ikan, sebagian warga ada juga yang sadar. Tidak enak, kalau mancing yang nyangkut plastik”serunya.

Kepala Dinas Kebersihan Banyuasin Indra Hadi ketika dihubungi mengatakan pihaknya terus mengupayakan menekan masalah pelik sampah ini.

“Ada perdanya dan pasal 8 28 A dan B segera di revesi supaya ada sangsi hukum. Karena saat ini belum ada sangsi hukum, makanya kita kesulitan menindak, kalau nanti disahkan baru disosialisasikan. Sangsinya kalau mengulang perbuatan, minimal dipidana 3 bulan atau 3 tahun dengan denda 5 juta,” tanggapnya.

Indra juga mengakui mengatasi masalah sampah di kawasan Talang Kelapa dan Talang Keramat cukup ruwet, karena tidak sedikit warga yang membandel kendati larangan sudah dipasang. “Banyak perumahan belum ada TPS, seperti perumahan Mega Asri, dan Perumahan Jaya Raya. Padahal setiap harinya sudah kami pungut, tapi sebagian masih kurang perduli, tetap melakukan,” ujarnya.

Dinas kebersihan kedepan akan memberikan perhatian khusus atau penghargaan kepada masyarakat, orang atau kampung yang benar-benar perduli terhadap lingkungan. “Kalau warga gotong royong kita kasih penghargaan, makanya penting peranan ketua RT dan lurah dengan melibatkan masyarakat. Tidak bisa kita bisa bekerja sendirian,” imbuhnya.

Bahkan diutarakan Indra, parahnya Kecamatan Talang Kelapa menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di TPS meliputi 7 Kecamatan.  “Volume sampah setiap hari sampai 30 ton untuk Kecamatan Talang Kelapa saja, disusul kecamatan Banyuasin III di Pangkalan Balai bisa 25-35 ton. Dua Kecamatan ini sampahnya terus meningkat, artinya tingkat kebersihan kurang, padahal 172 pasukan kuning kita siagakan,” jelasnya.

Sementara Camat Talang Kelapa Aminudin, melalui Kades Talang Bulu Sukatno mengatakan menjadi persoalan yang memprihatinkan, sementara sampah kian bayak. “Faktor pertama pengembang perumahan tidak menyediakan penampungan awal. Menyebabkan warga penghuni kompleks menjadi sembarangan melakukan pembuangan. Biasanya sambil berangkat kerja sambil mengantongi kresek atau karung yang dilemparkan begitu saja,” ungkapnya.

Selanjutnya pemerintah melalui dinas kebersihan menyediakan armada dan personil kebersihan disesuikan dengan tingkat kebutuhan. “Harapan kita semakin banyak warga menjadi pelopor untuk kesadaran menjaga keindahan lingkungan. Bukankan lebih baik mencegah ketimbang mengobati,” tukas Sukatno.

Ke Atas