Pemerintah

Sejak Launching 2013, Pembangunan Jembatan Rantau Bayur Jalan Ditempat

Pembangunan jembatan sungai musi pengumbuk rantau bayur

Sejak Launching 2013, Pembangunan Jembatan Rantau Bayur Jalan Ditempat

Banyuasin Online, Rantau Bayur – Sejak dilaunching Jembatan Rantau Bayur yang mengubungkan Desa Tebing Abang 3 (Pengumbuk) dengan Desa Tebing Abang 4 (Seberang Pengumbuk) pada 2013 lalu oleh Mantan Bupati Banyuasin Amiroden Inoed, hingga kini pembangunan jembatan jalan ditempat. Pembangunan yang ditargetkan selesai 2016 sempat pakum dua tahun terakhir, Sabtu (7/5).

Jembatan yang digadang-gadang menjadi icon Kabupaten Banyuasin dengan panjang 570 meter ini diharapkan akan menghubungkan Kabupaten Banyuasin dengan Kabupaten Muara Enim.

Terutama masyarakat Tebing Abang sangat menginginkan jembatan ini segera diwujudkan karena akan menyambung transportasi ke daerah seberang yang selama ini terisolir.

Pantaun dilapangan, proyek pembangunan jembatan Rantau Bayur ini baru terpasang tidak lebih dari 10 tiang di dua sisi sungai. Pemasangan tiang sejak dua tahun terakhir hingga kini baru sebatas mulut sungai.

Pembangunan Jembatan Sungai Musi Tebing AbangPembangunan Jembatan Sungai Musi Tebing Abang, Rantau Bayur.

Harapan masyarakat Tebing Abang agar jembatan sungai musi ini segera selesai di lontarkan warga setempat. Seperti diungkapkan Hajar, warga Pengumbuk Tebing Abang ini sangat berharap pemerintah mewujudkan cita-cita masyarakat Tebing Abang tersebut.

“Kami sangat berharap Pak Bupati Banyuasin segera mewujudkan cita-cita masyarakat Tebing Abang. Jangan seperti sekarang ini pembangunan seperti jalan ditempat,” keluhnya.

Begitupun warga lain, Sayuti, warga Desa Tebing Abang laut sangat berharap pemerintah serius menyelesaikan jembatan tersebut. Menurutnya jembatan itu akan membuka akses transportasi masyarakat seberang yang selama ini terisolir dan mengandalkan angkutan sungai saat akan menyeberang.

“Sebenarnya kalo lewat jalan darat kami warga disini bisa mengakses ke Kabupaten Muara Enim, namun saat kami mau ke kota Banyuasin yang notabene kampung halaman kami sendiri, terpaksa warga menggunakan perahu buat menyeberang,” keluhnya.

Jadi wajar menurut dia warga perairan yang berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim lebih memilih bepergian ke sana dari pada ke Kota Pangkalan balai karena akses transportasi bisa dilalui melalui angkutan darat.

STIA
Ke Atas