Berita Sumsel

Puluhan IRT di Lahat Protes Terkait KKS ke Kantor Kades

IRT Tanjung Payang Protes

Puluhan IRT di Lahat Protes Terkait KKS ke Kantor Kades

Banyuasin Online, Lahat – Sebanyak 60 orang lebih, ibu rumah tangga (IRT) Desa Tanjung Payang, Kecamatan Kota Lahat, Senin (09/05/2016) mendatangi kantor kepala desa (Kades) setempat.

Kedatangan IRT rumah tangga miskin (RTM) ini menilai tidak transparanya pendataan pembagian kartu keluarga sejahtera (KKS) yang dilakukan perangkat desa.

Mereka menilai terhadap kinerja Kepala Desa Tanjung Payang, yang dinilai tidak adil dalam mendata serta pembagian KKS yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui kementerian sosial RI beberapa waktu lalu.
Pantauan dilapangan aksi ini terlihat, memakan separuh badan jalan lingkar desa tersebut, sehingga sempat membuat macet laju kendaraan yang akan keluar masuk desa.

Usmawati (63), janda jompo yang menghidupi dua orang anak ini hidupnya penuh kekurangan dan hidup hanya dengan mencari upahan merumput.

Bahkan tinggalnya pun hanya menumpang di rumah adiknya yang juga seorang.

Usmawati sangat kecewa dengan sikap MH (Kades setempat) yang dinilai tidak adil selain pendataan serta pembagian KKS.

“Aku ni dulu dapat BLSM, tapi sekarang tidak lagi dapat KKS tu. Padahal aku ni numpang dirumah adik, makan saja aku dari upahan, maka aku tidak dapat bantuan apa apa lagi dari pemerintah ini”, ujar dia,.dihadapan sejumlah pewarta.

Usmawati membandingkan antara dirinya dengan orang yang hidupnya sudah mapan dan berkecukupan, tapi dapat bantuan KKS. Sementara dirinya yang hidup selalu dalam kekurangan tidak mendapatkan bantuan yang dimaksud

“Malahan ada yang punya rumah dua, tapi dia dapat bantuan pak. Tapi kenapalah kami yang miskin ini justrut idak dapat”, ungkap Usmawati, terkesan bertanya.

Lain lagi dengan Yismaniar (50), perempuan tuna netra ini hidupnya juga hanya menumpang dengan adiknya, bahkan tak jarang ia mencari makan dengan mencari upahan membersihkan halaman rumah para tetangganya. Dia mengaku, kendati sudah berusia lanjut, namun belum pernah sekalipun ia didata oleh pemerintah untuk diberikan bantuan.

“Harapan aku, dengan adanya bapak bapak memberitakan ini. Maka pemerintah mau memperhatikan kondisi aku serta warga warga miskin yang lainnya. Kami mohon bantuan KKS itu juga dibagikan kepada kami”, harapnya dengan mata yang berkaca kaca.

Lebih ironis lagi, Masia (85) wanita jompo dan lumpuh, ibu dari Rismiati (60) ini bukan hanya sekedar tidak dapat KKS. Lebih sedih lagi, gubuk reot yang selama ini menjadi tempatnya bernaung terpaksa harus di bongkar lantaran takut jika gubuk tersebut roboh secara tiba tiba.

“Sudah tidak dapat bantuan apa apa dari pemerintah, rumahnya lah mau roboh lagi. Kami ngeri kalau rumahnya nimpa ibu sama ayuk ini lagi tidur”, ungkap Dis (45), anak kedua dari Mas ia.

Padahal, kata Dis. Jauh sebelum rumah ibunya itu dibongkar, pemerintah melalui dinas sosial sudah pernah mengambil gambar rumah tersebut, guna didata untuk dimasukkan ke dalam daftar rumah tak layak huni yang nantinya akan mendapat bantuan dari program bedah rumah.

Namun hingga rumah tersebut dibongkar bedah rumah untuk ibunya itu tak kunjung datang.

“Kami harap pihak pemerintah desa dan kabupaten tidak hanya memoto motoi rumah saja, tapi kalau memang ada bantuan bedah rumah, tolong bangun juga rumah ibu kami. Sebab kami lihat ada rumah orang yang masih bagus tapi dibangun, kenapa punya kami idak”, terang Dia.

Melihat kerumunan IRT yang tak lain adalah warganya sendiri itu, terpantau oleh pewarta, MH, selaku Kades langsung menemui dan mengajak ibu ibu miskin itu untuk melapor ke dinas sosial.

“Jangan kumpul dan protes begini, ayo kita ke dinas sosial. Tapi ongkosnya bayar sendiri sendiri”, ajak MH, dengan nada menantang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanda tanda para IRT miskin dan kades beranjak menuju ke kantor dinas sosial. Namun para IRT miskin ini berharap dengan adanya pemberitaan ini, nantinya pihak dinas sosial akan turun ke desa mereka guna mendata ulang kembali RTM yang layak dan tidak layak. (Penasumsel/bo)

STIA
Ke Atas