Hukum

Polres Banyuasin Gelar Operasi Patuh Hingga 29 Mei

Operasi Patuh Musi 2016 Banyuasin

Polres Banyuasin Gelar Operasi Patuh Hingga 29 Mei

Banyuasin Online, Pangkalan Balai – Guna menekan angka kecelakaan dan kriminalitas serta ketertiban surat menyurat kendaraan hari ini Kapolres Banyuasin AKBP.Prasetyo Rahmad Purboyo, melalui Kasad Lantas AKP.Asep Suryadi menggelar Operasi Patuh sebanyak 4 titik secara serentak, yaitu Musi Pait Kecamatan Sumbawa yang dipimpin Iptu Agus Gunawan.Kanit Laka, Km 42 Kecamtan Talang Kelapa yang dipimpin Kanit Brigiden Iptu Bayu. KTL dipimpin Patroli dan Desa Durian Daun Kecamtan Suak Tapeh Ipda.Gunawan.S, Kanit Rajawali. Kanit Rajawali.Ipda.

Gunawan.S, saat dibincangi nenerangkan adapun target operasi Patuh ini di laksanakan mulai dari tangga 16 Mei 2016 sampai dengan tanggal 29 Mei 2016 yang sasaran utama Roda 4, Angkutan pribadi dijadikan Angkutan umum, surat bodong, dan tidak menggunakan sabuk pengaman, sedangkan untuk Roda 2 tidak menyalakan lampu utama, tidak memakai helm dan surat menyurat tidak komplit serta pelat dicat atau diganti.

“Operasi ini di adakan secara serentak yang waktu pelaksanaanya di mulai dari pukul 08. 00 Wib hingga pukul 11.00 Wib sebanyak 9 anggota,” bebernya Selasa (24/5). Dikatakanya, untuk menekan angka kecelakaan di wilayah Polres Banyuasin, operasi akan dilaksanakan pada pagi, siang dan malam, dengan target 25 unit kenderaan baik roda 4 maupun roda 2.

“Untuk saat ini saja kita sudah berhasil menilang 10 unit kendraan, diantaranya 2 unit mobil damp truk dan mobil pribadi yang menggunakan surat palsu seperti STNK hasil Scan Komputer dan 2 unit sepeda motor plat dicat warna putih,”tegasnya.

Dari itu sambung Gunawan.S.Dihimbaukan kepada seluruh masyarakat trutana pelajar agar menggunakan sepeda motor sesuai dengan peraturan lalulintas demi ketertiban dan keselamatan bersama begitu juga dengan pengguna kendaraan roda empat.

“Seperti truk angkutan barang dengan nopol BG 8697 UO yang STNK pakai scan dan Sepeda motor yang menggunakan plat Putih ini merupakan kurangnya kesadaran dari masyarakat bahwa kelengkapan surat kendaraan merupakan pokok utama dalam berlalu lintas,”pungkasnya. (JN/bo)

Ke Atas