Pemerintah

Politisi Atau Aktivis, Bursah Sarnubi Merasa Bertanggung Jawab Dan Terpanggil Untuk Membangun Kabupaten Lahat

tokoh pemuda asal Sumatera Selatan yang berkiprah di level nasional sejak rezim Orde Baru berkuasa, Drs  Bursah Zarnubi.

Lahat, Banyuasinonline.com – Bursah Sarnubi dikenal sebagai tokoh pemuda asal Sumatera Selatan yang berkiprah di level nasional sejak rezim Orde Baru berkuasa.

Banyak anak muda asal Sumatera Selatan ditampung dan dididiknya menjadi politisi atau aktivis.

Humanika merupakan salah satu organisasi yang digerakkannya, di Sumatera Selatan para penggiat Humanika sukses menjadi politisi.

Bursah Sarnubi sangat lantang jika bicara tentang demokrasi, namun dia mulai menganggap demokrasi akhir-akhir ini sebagai bencana. Alasan yang mendasari anggapan tersebut adalah demokrasi tidak lagi menyentuh rakyat kecil, melainkan para penduduk kota dan pemilik modal yang tidak memperhatikan nasib dan kemakmuran petani dan rakyat kecil lainnya.

“demokrasi sekarang yang tidak mengandung unsur keadilan dan equality (kesejajaran), agar revolusi pemikiran tentang makna demokrasi didasarkan pada nilai-nilai luhur di tanah air segera dilaksanakan” ujarnya.

Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) menambahkan bahwa ia akan membuat pergerakan dan perubahan bahkan siap bertanding di pilkada guna memimpin Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, dengan rendah hati Drs  Bursah Zarnubi menuturkan bahwa dirinya merasa bertanggung jawab dan terpanggil untuk membangun/ mewujudkan keadilan sosial di daerahnya.

‘’Saya tidak mau rakyat kawasan Lahat hanya jadi obyek pembangunan, hidup miskin dan tidak diberdayakan, saya ingin tegaskan bahwa sumber daya alam dan lingkungan Lahat harus dikembalikan kepada kesejahteraan rakyat setempat, merekalah rakyat saya yang menjadi semangat dan obor perjuangan kita untuk pulang kandang,’’tambahnya.

Baginya, rakyat jadi penting dan berarti karena tanpa partisipasi dan peran rakyat, ekonomi dan stabilitas tidak ada artinya, Pembangunan untuk siapa?.

‘’Dalam pandangan saya, rakyatlah pemangku kepentingan yang paling utama Di tengah globalisme yang ganas, yang mengguncang Negara-Negara berkembang, maka rakyat menjadi kekuatan utama untuk menyangga perubahan.’’ungkapnya.

Pertumbuhan  ekonomi bukan lagi yang terpenting melainkan partisipasi rakyat, keadilan sosial, kebersamaan, pemerataan, dan  kesetaraan rakyat  dalam membangun dan menjaga integrasi nasional bersama pemerintah.

Editor : Futri S.  S

STIA
Ke Atas