Banyuasin III

Pol PP Bongkar Paksa Kios Liar di Seputar Pasar Pangkalan Balai

Pol PP bongkar paksa kios liar di seputar pasar Pangkalan Balai

Pol PP bongkar paksa kios liar di seputar pasar Pangkalan Balai

Banyuasinonline.com, Pangkalan Balai – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Banyuasin, bersama Dinas Pengolahan Pasar, Jumat (3/6) membongkar paksa bangunan kios liar milik pedagang di seputar Pasar Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin. Hal ini dikarenakan pedagang nekad berjualan dibukan tempat berdagang.

Dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Pasar Banyuasin Yusuf tindakan tegas diambil karena pedagang yang masih membangkang untuk tetap nekat berjualan dibukan tempatnya. Padahal pedagang sudah ingatkan sudah jauh-jauh hari.

“Kita sudah ingatkan jauh-jauh hari dan pemerintah sudah membuat aturan dan itu harus patuhi. Kami akan mengatur lapak itu untuk 16 kios baru dengan ukuran 2×2 meter,” ujar Yusuf.

Adapun pedagang yang dibongkar tersebut diantaranya pedagang manisan dan pedagang buah yang masih nenad berjualan dibukan tempatnya. Untuk kios manisan sudah dipindahkan ke bagian dalam pasar dan tidak boleh lagi berjualan sembarang tempat.

“Mereka sudah kita pindahkan ke bagian dalam, kita siapkam 16 kios untuk pedagang buah dan 7 kios buat pedagang manisan, namun masih ada saja yang membangkang, tadi ada dua pedagang yang membangkang namun saat tahu Pol pp datang mereka akhirnya bongkar sendiri,” katanya.

Sementara itu salah satu pedagang buah Nurdin mengatakan, kalau dia sudah berdagang di Pasar Pangkalan Balai sejak tahun 1988. Dirinya juga telah membayar sewa kios bulanan sebesar Rp 800 ribu namun mengapa masih saja dibongkar.

“Saya pribadi memiliki dua kios suratnya ada tapi mengapa masih mau dibongkar padahal kita audah mendapat izin,”  terang Nurdin.

Senada dengan pedagang lain Ida juga mengeluhkan serupa,menurutnya kios yang dibongkar itu mereka bangun sendiri dengam biaya sendiri. Mereka cuma sewa tempat,malahan kios  dibongkar padahal untuk buat kios itu sudah banyak biaya dikeluarkan.

“Kita kayu masih hutang belum dibayar, capek membuat kios belum hilang kenapa petugas main bongkar saja, kita patungan beli kayu satu pedagang Rp 500 ribu,” cetusnya kesal.

Populer

STIA
Ke Atas