my link
rangerdiaries.com/wp-list.php asic litecoin usb miner check this out
Kriminal

Pelaku Begal Pasutri di Tanah Mas Banyuasin Diringkus

Pelaku begal pasutri di tanah mas Banyuasin diringkus

Foto : Tersangka dari kanan (Dodi, Dika, Ari dan Oki) saat ditahan di Polsek Talang Kelapa

BANYUASIN (Banyuasinonline.com) – Tim Reskrim Polsek Talang Kelapa akhirnya berhasil meringkus pelaku begal yang menewaskan pasangan suami istri almarhum Iryadinata (60) dan Yuliana (59) warga Jalan Tanah Mas Komplek Perumahan Azhar Blok L 5 No 2 RT 16 RW 04 Kelurahan Tanah Mas, Kabupaten Banyuasin pada bulan April tahun 2015 lalu.

Para tersangka diringkus setelah petugas menahan salah satu pelaku bernama Ari karena akibat kasus pemerkosaan pacarnya sendiri Yuliana yang mengakibatkan korban hamil 7 bulan pada Rabu (23/3) sekitar pukul 21.00 WIB.

Barulah setelah diinterogasi petugas, ternyata Ari ikut terlibat dalam kasus begal yang menimpa pasutri di tanah mas pada April 2015. Dan ternyata Ari merupakan salah satu tersangka yang ikut melakukan pembegalan.

Lalu kembali diringkus tersangka lainnya Oki sekitar pukul 23.00 WIB dirumahnya perumahan Azhar blok O.3 nomor 9 RT 16 RW 4 kelurahan Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa, disusul tersangka Dika berhasil ditangkap dirumahnya Perumahan Azhar blok AA6 nomor 2 kelurahan tanah mas kecamatan Talang Kelapa.

Lalu pada Kamis (23/3 anggota Polsek talang kelapa kembali melakukan pengejaran terhadap tersangka lain Dodi yang berhasil diringkus di Kabupaten OKI tepatnya di desa Muara Kuang, sedangkan tersangka lain Rendi telah meninggal dunia akibat minuman keras pada Senin (21/3) lalu.

Para pelaku terpaksa dihadiahi timah panas saat akan diringkus, Ari dan Dika dibagian betis sebelah kanan, sedangkan Oki dibagian kaki betis sebelah kiri.

Menurut pengakuan para tersangka, sebelum melakukan begal pada pasangan suami istri tersebut, kelima tersangka saat itu usai bermain warnet pada Kamis 9 April 2015 sekitar pukul 00 WIB di komplek perumahan Al azhar kelurahan Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa.  Pada saat itu tersangka Ari dan Dodi menawarkan pada rekannya untuk melakukan begal motor pada subuh itu.

” Aku cuma ikutan saja pak, waktu itu Ari dan Dodi ngajak begawe, dio bilang ” Nak melok kami begawe dak,” kata Oki menirukan ucapan rekannya itu.
Barulah ke empatnya menuju TKP, Ari alias Atok dan Dika lebih dulu menuju tempat kejadian dengan cara berjalan kaki yang jaraknya sekitar 300 meter dari perumahan Azhar. Lalu disusul Rendi (almarhum) , Dodi dan Oki mengendarai sepeda motor milik Oki.

” Saat itu hampir pukul 3 pagi kami melintangkan bambu ditengah jalan dengan harapan pengendara memperlambat kendaraanya,” ungkap Dodi menambahkan.

Saat itu Oki dan Dika bersembunyi dikebun sayur yang tidak jauh dari lokasi, sedangkan pelaku lainnya Rendi (almarhum), Dodi dan Ari sembunyi di kebun rambutan. Sekitar pukul 03.00 WIB ada dua sepeda motor yang lebih dahulu lewat namun pelaku tidak membegalnya dengan alasan belum siap.

“Dua motor pertama tidak kami begal karena saat itu kami belum siap. Jadi kami pikir nunggu motor yang lain lagi,” kata Oki tanpa rasa penyesalan.
Barulah saat pukul 4 pagi pasutri almarhum Iryadinata dan Yuliana lewat mengendarai sepeda motor Honda Vario hendak belanja sayur ke pasar Alang-alang lebar, saat melihat ada bambu korban memperlambat kendaraannya. Saat itulah para pelaku beraksi dengan cara membacok korban yang sedang diatas motor.

“Waktu itu aku bacok suaminya dengan parang hingga terjatuh. Lalu Ari dan Dika kembali memukul suaminya dengan bambu hingga terkapar,” ujar Oki tertunduk. Saat bersamaan almarhum Yuliana berteriak saat suaminya kena pukul dengan bambu, saat itu juga pelaku lain ikut memukul Yuliana dengan bambu hingga terjatuh dan sempat melarikan diri meminta bantuan. Namun pelaku lainnya Rendi (almarhum) mengejar dan langsung menusukan pisau hingga korban Yuliana terkapar.

“Kami reflek saja pak membegal mereka dan tidak ada motif dendam. Kami juga tidak tau kalo korban ternyata satu perumahan dengan kami,” kata Oki terbata-bata.

Setelah melihat korban terkapar, para pelaku melarikan diri. Oki dan Dika membawa sepeda motor korban. Sedangkan Dodi, Ari dan Rendi (almarhum) menggunakan sepeda motor milik Oki. Lalu sepeda motor tersebut mereka jual seharga Rp 1.4 juta. Masing-masing kebagian Rp 300 ribu kecuali Ari cuma kebagian Rp 200 ribu.

“Selama ini kami tidak kemana-mana pak cuma di rumah saja. Sedangkan sepeda motor itu langsung kami jual dan kami bagi uangnya usai kejadian,” ujar Oki.

Pelaku baru tau bahwa yang dibegalnya itu satu perumahan setelah mendapat kabar korban telah meninggal dunia. Malahan dua pelaku Oki dan Dodi sempat ikut yasinan ke rumah korban setelah kejadian itu. “Iya pak aku dan Dodi sempat ikut yasinan. Kami tidak tahu kalo korban satu perumahan dengan kami,” katanya sambil tertunduk.

Sementara itu Kapolres Banyuasin AKBP Ju­lihan Muntaha ­SIK melalui Kapolsek Talang Kelapa AKP P Arianto didampingi Panit 1 Reskrim Ipda M Firmansyah SH membenarkan, Polsek Talang Kelapa telah meringkus pelaku begal yang sempat membuat heboh pada April 2015 lalu karena menewaskan pasutri di tanah mas Banyuasin.

“Pelaku ada 5 orang yang mana satu pelaku sudah meninggal dunia akibat mengkonsumsi minuman keras atas nama Rendi,” terangnya.

Para tersangka berhasil diungkap setelah tim Polsek Talang Kelapa berhasil mengorek informasi dari salah satu pelaku bernama Ari yang kesandung kasus pemerkosaan. Lalu terungkaplah titik terang pengejaran terhadap para pelaku.

“Dari salah satu pelaku Ari kami akhirnya bisa mengembangkan kasus ini. Dan berhasil menangkap pelaku lainnya secara bergiliran,” katanya. Para pelaku saat ini ditahan di Polsek T­alang Kelapa untuk mempertanggung jawabk­an perbuatannya. Pelaku terancam hukuman­ mati dan seumur hidup.

“Kita akan kenakan pasal 365 dan 338 da­n dilakukan berencana lebih dari satu or­ang. Mereka terancam hukuman seumur hidu­p bahkan hukuman mati,” kata Kapolsek Talan­g Kelapa AKP P Arianto. (AW)

Populer

STIA
Ke Atas