Banyuasin

Mess Kabupaten Banyuasin Lampaui Target

Banyuasinonline.com | Pangkalan Balai-  Pemkab Banyuasin berhasil mengoptimalkan aset negara sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyuasin. Salah satunya gedung mess, sejak diambil alih oleh Pemkab Banyuasin mampu tembus sebesar Rp 69. 370.000 terhitung sampai bulan Nopember 2016.

Kepala Bagian Umum Setda Banyuasin Tedi Noferi, SE, MSi mengatakan mess yang dahulunya difungsikan untuk menunjang kegiatan dewan selama ini, setelah diserahkan kepada Pemkab Banyuasin, bisa menyumbang PAD bagi Kabupaten Banyuasin, darti target yang telah ditentukan.

Kendati untuk mencapai itu sulit, uang negara yang dikeluarkan tidak sedikit untuk melakukan renovasi dengan menyediakan fasilitas penginapan yang berkelas tak jauh beda dengan hotel berbintang.

“Alhamdulillah, gedung mess itu bisa menarik konsumen untuk menginap dengan biaya yang cukup terjangkau, dan hasilnya bisa disumbangkan untuk PAD bagi Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Terhitung dari April hingga Nopember 2016, pihaknya berhasil memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 69. 370.000.

Jumlah itu, melebihi dari yang ditargetkan sebesar Rp 25 Juta . “Kita menarik sewa bervariatif untuk tamu umum Rp 100/hari, PNS Rp 85 /hari, Kades dan Perangkat Desa kecuali Sekdes Rp 75 ribu. Kedepan diharapkan target kita meningkat,”ungkapnya.

Tidak hanya itu, aset lain Gedung Graha Sedulang Setudung dari target Rp 25 Juta Terealisasi Rp 13 .300.000 dan juga Bis Pemkab Rp 15. 000.000 Terealisasi sebesar Rp 19.750.000.

“Untuk sewa Gedung Graha Sedulang Setudung Rp 750 untuk sekali pakai, sedangkan Bis Rp 250 ribu untuk sekali pakai,” jelasnya.

Hasil ini sambung Tedi, belum maksimal karena masih banyak SKPD yang melaksanakan kegiatan di Palembang. Kendalanya, memang gedung pertemuan yang ada di belakang mess belum selesai.

“Akibatnya penggunaan gedung mess masih terbatas, karena masih banyak yang melaksanakan kegiatan di Palembang,” terangnya.

Sebelumnya, Kasat Pol PP Banyuasin Anthony Liando mengingatkan kepada pemakai aset tersebut, meskipun disewakan jangan sampai melanggar ketentuan yang ada dengan melakukan perbuatan asusila.

“Kami tidak akan mentolerir jika ada oknum penguna jasa usaha tersebut berbuat melanggar hukum, tentu akan kami tertibkan,”singkatnya.

STIA
Ke Atas