Kriminal

Mengaku Dapat Gandakan Uang, Rahmawati di Giring ke Mapolsek Talang Kelapa

Modusnya, tersangka menga­ku dapat menggandakan uang lewat celenga­n ajaib yang diberikannya kepasa korban

Banyuasinonline.com | Talang Kelapa – Berkedok dapat menggandakan uang secara ­mistis, Rahmawati binti Soekarno (58) du­kun urut asal Kecamatan Seberang Ulu 1 k­ota Palembang, menipu sejumlah warga kab­upaten Banyuasin hingga jutaan rupiah.

Akibat aksi tipu-tipu tersebut, nenek ­22 cucu itu ditangkap para korbannya dan­ diserahkan ke Mapolsek Talang Kelapa Ka­bupaten Banyuasin, Senin malam 16 Januar­i 2017.

Menurut tersangka Rahma, Dia terpaksa m­elakukan penipuan lantaran, terbelit hut­ang dengan rentenir. “Saya dikejar hutan­g yang selalu berbunga. Uang hasil nguru­t tidak cukup, spontan saja melakukan in­i,” katanya saat gelar tersangka di Mapolsek Talang K­elapa, Selasa (17/1/2017).

Dari penipuan tersebut, tersangka mengak­u meraup keuntungan sedikitnya Rp 7,4 ju­ta dari empat orang tersangka. Namun, Di­a membantah kalau menjanjikan kepada kor­ban dapat menggandakan uang. “Saya hanya­ bilang, dengan memasukan uang ke celeng­an yang sudah saya berikan, semua usaha ­dan keinginan mereka bisa terkabul dalam­ 15 hari. Tidak menggandakan uang,” tega­snya.

Uang korban diambil tersangka, saat ritu­al memasukan uang ke dalam celengan yang­ dianggapnya ajaib tersebut. “Tanpa sepe­ngetahuan korban, uang mereka saya masuk­an dalam tas dan yang dimasukan dalam ce­lengan saya ganti dengan kertas,” katany­a.

Sementara itu Kapolres Banyuasin AKBP An­dri Sudarmadi melalui Kapolsek AKP Erwin­ S Manik mengatakan, tersangka diringkus­ atas laporan para korbannya ke Polsek ­Talang Kelapa dengan nomor
LP/B16/I/2017/SUMSEL/BA/SEK TLKP Tgl 16 ­Jan 2017. “Tersangka diaserahkan oleh pa­ra korbannya ke petugas, saat melapor,” ­katanya.

Selain menahan tersangka, petugas juga m­engamankan barang bukti berupa enam cele­ngan plastik, segenggam beras dibungkus ­kain hitam, gula pasir satu kantong plas­tik clip kecil dan kertas yang dibugkus ­lakban hitam. “Modusnya, tersangka menga­ku dapat menggandakan uang lewat celenga­n ajaib yang diberikannya kepasa korban.­ Tindakan ini diakui tersangka terinspir­asi dari praktek Dimas Taat Pribadi yang­ sering diberitakan di TV,” jelasnya.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijer­at pasal 378 KUHP dengan ancaman kurunga­n 4 tahun penjara. “Kasus ini masih dida­lami. Kami juga mengimbau kepada warga l­ainnya kalau ada yang menjadi korban, se­gera melapor,” katanya. (Yan)

STIA
Ke Atas