Sriwijaya FC

Marckho Alami Tindak Kekerasan, Managemen SFC Minta Pertanggung Jawaban

Kondisi Marckho usai dikeroyok oknum di lorong menuju locker room.

Palembang, Banyuasinonline.com – Sriwijaya FC meminta panitia penyelenggara bertanggungjawab atas tindak kekerasan yang diterima Marckho Sandy Meraudje dan dilakukan oleh dua oknum panpel di lorong.

Saat hendak kembali ke loker room, Usai mendapatkan kartu merah dari wasit Jerry Elie di masa injury time babak pertama.

Akibat pemukulan itu, bek asal Papua itu mengalamu luka lebam di bagian pelipis kepala bagian kiri, Aksi ini sendiri membuat pelatih dan jajaran manajemen SFC berang.

Bahkan laga sendiri sempat terhenti karena manajemen SFC menuntut oknum panpel tersebut dihadirkan dan memohon maaf.

Usai kejadian, 2 oknum panpel tersebut memang langsung melarikan diri dan tidak nampak di Stadion Palaran.

Manajer SFC Ucok Hidayat mengutuk keras aksi ini dan meminta pihak berwajib untuk tetap mengusut hingga tuntas.

“Marco dipukul 2 orang dan disaksikan 3 official SFC. Saat itu tidak ada petugas keamanan berseragam di lokasi,” jelasnya.

Terkait sikapnya yang sempat meminta pertandingan dihentikan, menurutnya hal ini untuk memberikan perlindungan bagi Alberto Goncalves dkk.

“Jika tidak ada sikap tegas dari panpel, maka siapa yang bisa menjamin keamanan pemain SFC. Apalagi hal ini terjadi di area teknis yang notabene tidak sembarang orang bisa berada disana,” keluhnya.

Negosiasi pun berjalan cukup alot dan pengawas pertandingan Arif Bulqini bersama sejumlah unsur Muspida seperti Kapolres Samarinda dan Danrem menemui langsung manajemen SFC.

“Kita putuskan tetap bermain, karena menghormati bapak Gubernur Kaltim, selaku pihak penyelenggara, namun tentu proses pengusutan jalan terus,” pungkasnya.

Editor : FSS

STIA
Ke Atas