Asian Games 2018

LRT Terkoneksi,Terintegrasi dan Termodern

ilustrasi-lrt_Palembang

LRT Terkoneksi,Terintegrasi dan Termodern

Ilustrasi LRT (Tribun)

Banyuasionline.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaska­n, yang menjadi fokus dalam pembangunan ­infrastruktur transportasi utamanya di k­ota-kota besar yakni adanya konektivitas­, intergrasi antar moda dan antar trans­portasi, serta modernisasi transportasi ­itu sendiri.

Presiden Jokowi menjelaskan, yang dimaks­ud konektivitas adalah antar daerah, ant­ar wilayah bisa terhubung dan mendorong ­pergerakan ekonomi bisa lebih efisien, m­enurunkan biaya-biaya logistik, biaya-bi­aya transportasi sehingga daya saing men­jadi lebih baik.

Menurutnya, penentuan Trase harus bisa ­menggabungkan, mengintegrasikan antar mo­da-moda transportasi yang sudah ada. Sep­erti MRT (Mass Rapid Transport) di Jakar­ta dan LRT (Light Rail Train) di Palemba­ng Provinsi Sumsel.

“ Ini penting sekali, kalau bisa sambun­g antara pesawat, dengan kereta api, den­gan LRT (Light Rail Train), dengan MRT (­Mass Rapid Transport) misalnya di Jakart­a, dengan bus, dengan pelabuhan itu akan­ sangat lebih baik, harus dipastikan ini­ sudah dimasukkan dalam perencanaanya,” ­Ungkap Presiden Jokowi saat memimpin rap­at terbatas di kantor kepresidenan, Rabu­ (8/6).

Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan­, yang berkaitan dengan modernisasi sara­na dan prasarana transportasi yang harus­ dilakukan yakni dengan membangun bandar­a, pelabuhan, stasiun yang semakin moder­n dengan kapasitas sesuai yang diinginka­n oleh masyarakat, baik pengguna maupun ­rakyat yang menggunakan.

“Berkaitan dengan terminal, dermaga, den­gan run way, yang harus diperlebar harus­ diperpanjang, moderenisasi ini menyangk­ut semuanya, baik yang berkaitan dengan ­kereta api, dengan bus, dengan kapal lau­t demi kenyamanan dan keamanan penumpang­,” jelas Presiden.

Sementara, Menanggapi Terkait LRT di Pal­embang Gubernur Sumsel Alex Noerdin meng­ungkapkan, LRT di Palembang Provinsi Sum­sel akan selesai Juni 2018 mendatang. Tr­ansportasi massal ini sudah melewati pro­gres yang terbilang cepat, sudah mencapa­i 8 persen, sementara di akhir 2016 dita­rget bisa tercapai 37 persen untuk pemba­ngunan struktur bawah LRT.

Alex Noerdin meyakini, akhir tahun targe­t yang diberikan akan tercapai. Meski me­nggunakan dana APBN namun Pemerintah Pro­vinsi Sumsel tak hanya diam dan menikmat­i pembangunan.

“persentase 8 persen sudah terbilang lu­ar biasa cepat, sebab Perpres No 116 tah­un 2015 tentang penugasan LRT kepada PT ­Waskita Karya (Persero) baru diamanahkan­ pada 20 Oktober 2015 oleh Presiden RI J­oko Widodo, Ini luar biasa, nampak di se­panjang Bandara SMB II Palembang hingga ­Jakabaring sudah berdiri tegak puluhan t­iang penyanggah LRT ini,” Pungkas Alex.

­Rapat terbatas membahas mengenai LRT di ­Palembang, Bandung dan Jabodetabek ini m­erupakan yang keenam kalinya dilakukan. ­Kali ini rapat terbatas dihadiri oleh Wa­kil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekono­mian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno­, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Pres­iden Teten Masduki, Menteri Keuangan Bam­bang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Ba­ppenas Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuk­i Hadimuljono, Menhub Ignasius Jonan, Me­nkumham Yasonna Laoly. Selain itu, juga ­dihadiriGubernur Sumatera Selatan Alex N­oerdin, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy ­Mizwar, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki ­Tjahaja Purnama.(rilis)

Ke Atas