Olahraga

Lessa Usung Gaya Permainan Sriwijaya FC Menyerang

Banyuasinonline.com, Palembang— Hadirnya Osvaldo Lessa sebagai nahkoda baru Sriwijaya FC menghadirkan beberapa perubahan. Salah satunya adalah gaya permainan yang diyakini akan jauh lebih menyerang nantinya.

Hal ini sendiri sudah terlihat saat laskar wong kito melakoni laga uji coba di 3 kota melawan Cilegon United, Persika Karawang dan Lampung Sakti pada pekan lalu. Pakem 4-2-3-1 yang sudah digunakan dalam beberapa musim terakhir saatera kepelatihan Beny Dollo dan Widodo C Putro ditinggalkan.

Pelatih asal Brasil ini lebih memilih pola 4-4-2 dan menuntut pemainnya lebih aktif menyerang. Jika sebelumnya Alberto Goncalves selalu ditempatkan sebagai striker tunggal di lini depan, kini top skor Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 punya tandem baru di sektor depan.

Menurutnya, perubahan ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan daya gedor di lini depan. “Tentu tidak bisa terus mengandalkan Beto di lini depan, jika dimatikan harus ada pemain lain yang bisa mengisi posisi di lini depan. Selain itu, materi pemain SFC yang ada saat ini juga mumpuni untuk pola tersebut,” jelas Lessa.

Namun dirinya menyebut bahwa pakem ini tidaklah baku dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan nantinya. “Tapi saya menginginkan pemain SFC punya karakter dan gaya bermain sendiri. Musim lalu tim ini sudah menunjukkan kualitas dengan menjadi klub paling produktif, tentu hal ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” tegasnya.

Beberapa nama seperti Airlangga Sucipto, Hilton Moreira diakuinya dapat menjadi tandem Beto di lini depan. Tetapi sosok pemain muda mulai dari Maldini Pali atau Slamet Budiono disebutnya juga bisa menjadi alternatif nantinya.

“Terlepas dari strateginya, pemain harus juga memahami bahwa mereka harus bermain sebagai sebuah kesatuan. Saya juga ingin pemain SFC memiliki fisik prima agar dapat menjalankan pola yang akan dimainkan selama stabil selama 90 menit,” tambahnya.

Sementara itu, Hilton Moreia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan perubahan pola ini. “Pemain profesional harus siap di semua kondisi, tapi apapun polanya yang terpenting bagaimana bisa mengisi posisinya masing, disiplin dan saling menutupi saat di lapangan,” jelasnya singkat. (laskarwongkito)

Ke Atas