Hukum

Kehabisan Akal, Warga Pulau Rimau Hanya Bisa Pasrah

Kehabisan Akal, Warga Pulau Rimau Hanya Bisa Pasrah

Kehabisan Akal, Warga Pulau Rimau Hanya Bisa Pasrah

Banyuasinonline.com, PANGKALAN BALAI – Usai menghadap Kabid Koperasi Dinas Koperindag Banyuasin Pangkalan Balai Selasa (14/6) Mahmud alias Bagong CS merasa tidak ada keadilan, mereka hanya bisa pasrah atas nasib mereka setelah jatuh miskin.

Kebanyakan mereka datang ingin meminta jaminan atau agunan berupa rumah dan tanah serta sawah kebun mereka bisa kembali setelah disita oleh koperasi Tuah Sekato yang berkantor di Desa Rukun Makmur Kecamatan Pulau Rimau.

Hak miliknya berupa rumah dan pekarangan serta lahan perkebunan telah disita koperasi karena pihak koperasi diduga menggunakan bunga rentenir.

Meminjam di Koperasi Mandiri Tuah Sekato di Desa Rukun Makmur Primer II Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin dengan bunga tinggi akibatnya warga tidak sanggup melunasi hutang dan jaminan disita dan dikuasi termasuk diperjual belikan oleh koperasi tersebut.

Bodong yang didampingi perwakilan warga yang lainya Kamiyati, Kusaji, Novi, Yan pandinata dan Sartini serta Iskandar dihadapan wartawan (14/6)mengatakan bahwa ngaku dirinya sudah mentok mencari perlindungan, maka hanya pasrah.

Bodong juga memperjuangkan hak milik orang tuanya juga sudah merasa tertutup mencari keadilan, minta difasilitasi pihak Diskoperindag dan Komisi II DPRD Banyuasin pun sepertinya tidak menemukan titik penyelesaian apalagi harapan bisa kembali hak jaminan dari genggaman rentenir berkedok koperasi itu.

Dikatakan Bodong, terakhir dalam rapat diruang komisi II DPRD Banyuasin beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan bersama dan sudah saling menandatangani kemufakatan itu, tapi faktanya sampai saat ini aktivitas koperasi yang diketuai oleh Zaini Bahtiar itu justru semakin menggila kerjanya dilapangan.

Untuk itu kata Bodong, pihaknya tidak akan patah arang dalam memperjuangkan nasib warga yang menjadi korban, yang tertindas kehidupanya dari usaha Zaini yang berkedok koperasi itu, maka kalau mencari keadilan ke Dinas Koperasi dan DPRD Banyuasin termasuk kepihak kepolisian pun tidak digubris solusi tidak ada warga hanya bisa pasrah.

“Seandainya saja didunia ini ada pengadilan tuhan, akan kami tuntut Zaini Bahtiar Ketua Koperasi Tuah Sekato Desa Rukun Makmur Pulau Rimau,” Katanya.

Hal yang sama dikatakan Sartini yang juga menjadi korban koperasi Tuah Sekato itu bahwa korban yang satu ini baru mengajukan hutang dengan membawa dua persil sertivikat dipaksa harus meminjam dengan dalih sertivikat sudah diterima koperasi.

“Anak saya Rianto sedang butuh uang waktu lalu kami mengajukan pinjaman, tetapi saya minta dibatalkan, karena hanya dua sertipikat boleh pinjaman Rp. 31 juta,” Kata Sartini menambahkan kejadian itu pada tahun 2012 silam.

Baru mengangsur tiga bulan macet dan menunggak tiga bulan berakhir dengan surat penyitaan, jadi jaminan berupa surat pekarangan rumah serta surat kebun sawit 1 hektar langsung disita dan kedua jaminan miliknya tersebut langsung dikuasai oleh koperasi.

Padahal hutang hanya Rp 31 juta, tetapi setelah mandek angsur selama tiga bulan jaminanya langsung dikuasi koperasi, sedangkan pekarangan itu rumahnya sudah permanen dan kebun sawit pun sudah dipanen hasilnya, maka tidak sesuai kalau Rp.31 juta langsung menguasi semua hak milik peminjam dengan cara semacam itu.

Kata Sartini, satu-satunya solusi penyelesaian masalah warga yang menjadi korban koperasi itu cuma satu hanya pasrah.

STIA
Ke Atas