Talang Kelapa

FKUB Banyuasin : Jangan Asal Bangun Vihara, kami belum berikan Rekomendasi

Keterangan : Anggota DPRD Banyuasin saat melihat langsung Musholla yang akan dirobohkan, Selasa (28/8)

BANYUASINONLINE.COM, TALANG KELAPA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuasin menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi pembangunan Pusat Pendidikan Mustria Sriwijaya Agama Budha dan Vihara yang merupakan pusat pendidikan agama budha terbesar se Asia Tenggara di RT 5 Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Selasa (28/8).

Apalagi pembangunan ini akan merusak kerukunan umat beragama dengan cara merobohkan Musholla yang ada diatas lahan Hibah.

” Ini sangat menyalahi aturan. Kami tidak berikan rekomendasi tetapi pembangunan sudah dilakukan. Sangat aneh. Apalagi Musholla disana kabarnya akan dirobohkan,” ujar Ketua FKUB Kemenag Banyuasin, Rasyid Sobri.

Diperparah ternyata belum adanya persetujuan warga setempat dalam pembangunan Vihara ini. Hanya ada beberapa warga saja yang ngotot sangat menyetujui pembangunan Vihara ini.

Melihat situasi ini DPRD Banyuasin melakukan sidak ke lokasi pembangunan, Selasa (28/8) siang. Hadir pada sidak ini Wakil DPRD Banyuasin Sukardi, Anggota Komisi 1 Emi Sumitra, Samsul Bakhri, Endang Sari, Parida dan Ari. Hadir juga Camat Talang Kelapa Aminudin, FKUB Banyuasin,KUA Banyuasin,Kades Talang Buluh dan masyarakat setempat.

Emi Sumitra Anggota DPRD Komisi 1 menegaskan, pembangunan Vihara ini ilegal karena tidak memperhatikan keputusan bersama menteri dalam pendirian rumah ibadah.

Tidak hanya itu, menurutnya tidak sembarang merobohkan rumah ibadah apalagi rumah ibadah ini dibangun diatas lahan yang telah dihibahkan ke masyarakat.

Apalagi menurutnya lahan tersebut masih bermasalah karena secara administratif masuk wilayah Kota Palembang. Sama halnya dengan wilayah Tegal Binangun yang ada di Jakabaring.

Sementara itu, Wakil DPRD Banyuasin, Sukardi menegaskan sidak yang dilakukan DPRD ini ingin melihat langsung pembangunan Vihara yang saat ini menimbulkan pro kontra di masyarakat.

” Kami minta taati aturan, kita ini ada aturan, jangan asal bangun. Jangan gara-gara ini akan terjadi konflik beragama di Banyuasin,” tegasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Pusat Pendidikan Mustria Sriwijaya Agama Budha dan Vihara yang merupakan pusat pendidikan agama budha terbesar se Asia Tenggara ini diatas lahan seluas 62 hektar dan didekat pemukiman penduduk.

Diatas lahan ini ada dua rumah ibadah Musholla yang kabarnya akan dirobohkan dan akan diganti menjadi Vihara untuk umat Budha. (Ow)

STIA
Ke Atas