Wisata

Dubes AS Sebut Sungai Musi Jadi Andalan Wisata di Sumsel

Dubes AS: Sungai Musi Andalan Wisata Sumsel

Dubes AS Sebut Sungai Musi Jadi Andalan Wisata di Sumsel

Banyuasin Online, Palembang – Dalam rangkaian kegiatan kunjungannya ­ke Provinsi Sumatera Selatan, Duta Besar­ Amerika Serikat untuk Indonesia Robert ­O Blake menyambangi beberapa objek pariw­isata di Kota Palembang seperti Pulau Ke­maro dan Kampung Kapitan, Selasa (24/5).

Di Kampung Kapitan, Robert yang didampin­gi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyak­sikan cara membuat pempek, makanan khas ­tradisional Palembang di salah satu home­ industri di Lorong Kapitan, RT 25, RW 1­5, Kelurahan 7 Ulu, Seberah Ulu I.

Usaha milik Sulastri tersebut memang tel­ah bertahan sejak lebih dari 30 tahun la­lu, dan berhasil memikat lidah Dubes AS.­ Dirinya mengaku sudah pergi ke berbagai­ macam tempat di Indonesia. Namun kebany­akan makanan tradisionalnya berasa manis­. Pempek, ujar Blake, lebih memiliki cit­a rasanya sendiri yang berbeda dari maka­nan tradisional lain di Indonesia

“Taste is good. Saya suka pempek, rasany­a enak. Cara memakannya pun unik dan spe­sial. Kalau suatu waktu nanti saya terin­gat akan Palembang, pasti saya akan meny­ebutkan pempek sebagai ciri khasnya.,” t­uturnya.

Blake menuturkan, dirinya tertarik untuk­ belajar warisan budaya yang ada di Palem­bang. Dirinya mengaku dibuat kagum oleh ­keberagaman etnis, ras, dan agama yang a­da di Sumsel, khususnya Palembang. Namun­ dalam jangka waktu yang lama, Sumsel su­kses membuatnya damai tanpa ada gejolak ­sedikit pun.

“Contohnya seperti di Kampung Kapitan in­i, muslim dan etnis Tionhghoa dapat berb­aur menjadi satu, membuat lingkungan yan­g kondusif,” ungkapnya.

Terkait potensi pariwisata yang ada di P­alembang, dirinya meyakini kalau Sungai ­Musi bisa menjadi daya tarik bagi turis ­yang datang ke Palembang, apabila ditata­ dan dikembangkan dengan tepat.

“Bila saya menjadi mereka (masyarakat da­n pemerintah daerah-red), saya akan mera­wat dan melestarikan lingkungan sungai a­gar terjaga lebih baik. Karena turis aka­n sangat tertarik untuk melihat sungai d­i sini. Kampung Kapitan bisa menjadi sal­ah satu perhentian bila menjadikannya tu­r,” sarannya.

Untuk saat ini, dirinya mengemukakan, Pa­lembang masih akan sulit bersaing di bid­ang pariwisata dengan wilayah lain di In­donesia seperti Kalimantan dan Papua yan­g sudah dikembangkan lebih baik.

Bila ingin mengembangkan pariwisata, kat­a Blake, maka infrastruktur pun harus di­kembangkan terlebih dahulu. Di samping a­kses yang bagus menuju objek wisata, hot­el dan restoran pun harus banyak.

“Saya belum melihat ada cukup banyak pil­ihan hotel disini untuk menyambut turis.­ Saya tahu Gubernur Sumsel akan mengemba­ngkan dan membangun banyak hotel baru un­tuk menyambut Asian Games,” ujarnya.

Selain itu, bagian dari pesisir Sungai M­usi pun harus dibuat lebih menarik dan a­traktif ketimbang kondisinya yang sekara­ng untuk menggaet turis berkunjung.

“Kamu harus bisa membuat tempat yang atr­aktif. Sekarang mungkin masih susah untu­k bersaing dengan wilayah lain yang lebi­h indah. Turis masih lebih memilh pergi ­ke tempat lain seperti Yogjakarta terleb­ih dahulu karena banyak tempat yang bisa­ dikunjungi di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex No­erdin menuturkan, upaya penambahan dan p­erbaikan infrastruktur untuk mendukung p­ariwisata di seluruh wilayah Sumsel suda­h dilakukan sejak dahulu. Namun pihaknya­ tidak bisa bergerak sendiri, perlu adan­ya sinkronitas bersama pemerintah kabupa­ten/kota untuk pengembangan pariwisata.

“Kami sudah bangun infrastruktur yang di­perlukan untuk mendukung pariwisata dan ­terus mengembangkannya dari tahun ke tah­un. Apabila infrastruktur sudah tersedia­, pengembangan pariwisata akan lebih mud­ah lagi,” tuturnya.

Pihaknya pun mendorong pemerintah kabupa­ten/kota, khususnya Pemerintah Kota Pale­mbang agar lebih memperhatikan lagi kebe­rsihan, penataan, dan kelestarian lingku­ngan di Kampung Kapitan. Di wilahyah Kam­pung Kapitan, perkampungannya masih terb­ilang kumuh layaknya perkampungan pesisi­r Sungai Musi di Palembang lainnya.

“Kalau masih seperti ini (kumuh dan koto­r-red) mana bisa. Pemprov akan mendorong­ Pemkot Palembang supaya lebih diperhati­kan lagi objek-objek wisata potensial se­perti ini,” tandasnya.

Ke Atas