Berita Palembang

Direktorat Polairud Polda Sumsel Berhasil Menangkap Bokcik Di Perairan Sungai Musi Pulau Salah Nama

Suherman saat dihadirkan pres rilis tersangka dan barang bukti di KP Tekukur 5010 di Dermaga Galangan Kapal Intan Sekunyit

Palembang, Banyuasinonline.com – KP Tekukur 5010 yang dinahkodai capten kapal Kompol Jimmy HM Pakpahan milik Direktorat Polairud Polda Sumsel berhasil menangkap kapal tugboat yang dinahkodai Suherman alias Bokcik yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 135 ton, di perairan Sungai Musi Pulau Salah Nama Kabuaten Banyuasin.

Suherman yang sebagai nahkodai kapal tugboat Titian Abadi diketahui sedang menarik kapal tongkang Aneka Usaha dengan muatan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat itu diketahui KP Tekukur 5010 sedang melaksanakan patroli rutin pengamanan peairan Sumsel pasca pulang dari perairan Batam.

Melihat taugboat yang dinahkodai Suherman petugas melakukan pemeriksaan, ternyata muatan BBM yang diangkut ternyata tidak dilengkapi dokumen alias BBM ilegal. Suherman bersama dua Anak Buah Kapal beserta muatan BBM tersebut langsung diamankan petugas.

“Mereka kapal tidak bisa menunjukan dokumen izin angkut, karena mereka tidak bisa menunjukkan dokumen resmi makanya kami amankan. BBM yang kami amankan rinciannya 60 ton solar bersubsidi dan 75 ton premium non subsidi,” ujar Kombes Pol Robinson DP Siregar, Direktur Polair Polda Sumsel, ketika rilis perkara di Dermaga Intan Sengkunyit Kecamatan Kalidoni Palembang, Rabu (6/12).

Dijelaskannya taugboat ini diamankan kapal patroli KP Tekukur 5010 pada Sabtu (2/12) di perairan Banyuasin dan baru ditetapkan sebagai kasus pelanggaran sehari setelah pengamanan, karena nahkoda kapal tidak bisa menunjukan surat dokumen yang lengkap dari Kementerian ESDM cq Dirjen Migas.

“Kalau BBM resmi dari Pertamina, tapi mereka tidak memiliki dokumen yang lengkap dan jelas ini pelanggaran. Rencananya BBM akan dijual kepada nelayan di Sungsang. Menurut nahkodanya, mereka sudah melakukan kegiatan illegal selama 10 tahun. Baru kali ini mereka tidak bisa melengkapi surat izin angkutnya,”ujarnya.

Berdasarkan pengakuan dari Suherman memang mereka tidak bisa melengkai surat dokumen BBM yang diangkutnya lantaran istrinya yang sakit sehingga tidak sempat mengurus surat menyuratnya.

“Minyak ini ambil dari Dipo Pertamina di Keramasan dan saya sebagai nahkoda kapal angkut minyak ini sudah 10 tahun. Memang baru kali ini suratnya tidak lengkap, karena saya tidak semat mengurusnya karena istri sakit,”ungkapnya.

Oleh penyidik Dit Polair Polda Sumsel Suherman dijerat dengan pasal 53 huruf B UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang migas. Selain itu juga disangkakan dengan pasal 294 ayat 1, pasal 302 ayat 1, dan pasal 303 ayat 1 UU RI nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

“Tapi Nahkoda dan ABK tidak dilakukan penahanan, karena ancaman pidananya di bawah lima tahun. Namun pastinya kasus ini terus kita kembangkan. Barang bukti BBM yang diangkut sudah kita amankan,”pungkasnya.

Editor : FSS

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

14 + seven =

STIA
Ke Atas