Palembang

Dinilai Kurang Profesional, FATRA Bakal Laporkan Tim Dokter RSMH

Istimewa.

Palembang, Banyuasinonline.com – Koordinator Mahasiswa yang tergabung dalam Front Merah (FATRA) mengirim surat ke Jakarta untuk mengadukan tim dokter yang dinilai kurang Fropesional.

Pihaknya menuntut team Dokter dan  IDI harus benar-benar independen dan harus bebas, tidak pada posisi Conflict Of Interest.

Pasalnya salah satu Oknum Paslon dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (Oki), berdasarkan info berkembang yang diduga kuat mengkomsumsi Narkoba lolos Tes, dan mendapatkan surat rekomendasi ke BNN Sum-Sel.

Menurutnya tes metode urine dinilai memiliki kelemahan untuk pengguna narkoba situasional karena saat pengguna berhenti memakainya selama dua hingga tiga minggu, hasil yang keluar akan negatif.

Oleh karena itu, Duk Heri mengatakan saya meminta Team dokter dan pihak IDI untuk melakukan tes yang lebih spesifik, seperti memeriksa kondisi fisik tubuh, tes rambut, darah dan psikologis para Paslon dalam pilkada serentak 2018.

Agar hasil tes narkotika  lebih akurat, Duk Heri juga meminta dilakukannya tes rambut dan darah melibatkan BNN untuk semua Paslon Pilgub dan Pilbup pilkada serentak 2018.

Selain itu dirinya  meminta  BNN bersipat independent, profesional dan siap membantu melakukan tes itu, agar terciptanya pemimpin bersih bebas Nakotika.

“Saya minta indepent dan profesional team Dokter, IDi dan pihak BBN dalam melakukan Tes Bebas Nakotika Paslon Pilkada Serentak 2018” ungkapnya.

Lanjutnya kita juga meminta pihak Kapolda Sum-Sel atau Kapolres Kabupaten Oki untuk membuat team khusus melakukan penyidikan terkait dugaan penyalah gunaan Nakotika yang diduga dilakukan oleh salah satu Oknum Paslon Bupati dan Wakil Bupati OKi.

Masih kata Duk Heri dirinya akan melakukan Aksi Unjuk Rasa yang kedua dalam waktu dekat ini dikantor BNN propinsi Sum-Sel.

Begitulah yang dikatakan Duk Heri Koordinator mahasiswa Front Merah (FATRA), saat di temuin Awak Media Online, Pukul  Taggal.    di Kantor Pos Jalan Perindusterian I Kecamatan Sukarami Palembang.

“Saya mengirim surat pengaduan Kepusat ini, sebagai tindak lanjut dari Aksi yang dilakukan sebelumnya” Terang Duk Heri.

Menurur nya Petunjuk Teknis Standar Kemampuan Jasmani dan Rohani serta Standar Pemeriksaan Kesehatan Jasmani, Rohani, dan Bebas Penyalahgunaan Narkotika dalam Pemilihan( juknis dari Pusat 231/PL.03.1-Kpt/06/KPU/XII/2017,) hanya melakukan Tes urine saja itu sangat bertentangan dengan UU Bebas Nakotika.

“Kalau begitu bagaimana kita bisa menciptakan pemimpin yang bersih Bebas Nakotika, Jika hanya tes urine saja'”. Lanjutnya.

Oleh karena itu dirinya menduga ada indikasi Rekayasa Team Dokter pihak RSMH Palembang dalam melakukan tes Bebas Nakotika.

Dan Front Merah (FATRA) juga menduga terjadinya Indikasi Permainan antara Team Dokter, pihak IDi, BNN dan KPU Sum-Sel dengan Paslon kandidat yang terindikasi selama ini positife pernah menggunakan Nakotika mendapatkan surat rekomendasi kepihak BNN.

“Demi terciptanya pemimpin bersih bebas Nakotika, saya siap mengawal kasus ini sampai selesai” Tutupnya (toto)

Editor : FSS

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four × 1 =

STIA
Ke Atas