Banyuasin

Datangi Lapas Banyuasin, Tim Luhkum Kumham Sumsel Sosialisasikan Program ‘Getting to Zero Halinar’

Penyuluhan Hukum di Lapas banyuasin, Sabtu (8/9/2018)

Pangkalan Balai, Banyuasinonline.com – Kepala Kementerian Hukum dan Ham Sumatera Selatan melalui Divisi pelayanan hukum kepada penyuluh hukum menggelar penyuluhan hukum di Lapas Banyuasin. Bertempat di Masjid Nurul Hidayah Lapas Banyuasin, Sabtu (8/9/2018).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lapas Banyuasin, Reza Yudhistira K., Kasubsi. Pembinaan Dedy Krihastony, penyuluh hukum Asnedi, staf penyuluh hukum dan staf Lapas Banyuasin serta para warga binaan yang terdiri dari 21 tahanan dan 45 narapidana.

Kepala Lapas Kelas III Banyuasin melalui Kasubsi. Pembinaan Dedi krihastony, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada tim penyuluh hukum.
“Kami ucapkan terima kasih kepada tim penyuluh hukum, dengan kegiatan ini kami sangat terbantu, dan menjadi wadah bagi para warga binaan untuk menyampaikan unek-uneknya”, ujar Dedy.

Tambah Dedy, pihaknya berharap kepada tim penyuluh hukum, agar tidak sekali ini saja datang ke Lapas Banyuasin. “Karena kegiatan ini sangat bermanfaat, kami berharap bisa terus diadakan di Lapas Banyuasin ini”, jelas Dedy.

Sementara itu, Asnedi selaku Penyuluh Hukum Kantor Kementerian Hukum dan Ham Sumsel saat paparannya menjelaskan tujuan kedatangannya adalah untuk menyampaikan informasi tentang layanan hukum kepada warga binaan. “Negara melalui Kementerian Hukum dan Ham memfasilitasi layanan bantuan hukum gratis, di Banyuasin ini ada 1 OBH yang sudah terverifikasi” paparnya.

“Nanti silahkan bagi warga binaan yang ingin mendapatkan bantuan hukum ini untuk menghubungi Kasubsi. Pembinaan, nanti melalui pak Tony akan kita proses”, tambahnya.

Selain itu, Asnedi juga mengingatkan kepada warga binaan untuk mentaati tata terbit di Lapas Banyuasin. Menurutnya program Lapas tidak akan berhasil tanpa dukungan dari warga binaan itu sendiri. “Mari kita taati tata tertib yang ada, tidak boleh membawa HP, Narkoba, Senjata Tajam, hingga Uang”, tuturnya.

Jika semua pihak bersinergi menjalankan peraturan yang ada, Asnedi yakin program Getting to Zero HALINAR akan terwujud seperti yang dicanangkan Kementerian Hukum dan Ham.

Lebih lanjut, Asnedi berpesan kepada warga binaan, demi memperbaiki citra narapidana di mata masyarakat, berbuatlah yang terbaik selama di Lapas, jadilah Roll Model bagi warga binaan lainnya.
“Napi harus berubah dan jadi inspirasi, mulai dari hal terkecil seperti menjadi imam di masjid, Adzan di masjid sehingga menjadi inspirasi bagi warga binaan lainnya”, papar Asnedi.

Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab, para warga binaan yang mengikuti kegiatan ini tampak antusias mendengarkan paparan dari penyuluh hukum yang di sampaikan oleh Asnedi, dan aktif bertanya mulai dari PP 99 hingga permasalahan hukum Karhutla. (*)

STIA
Ke Atas