Banyuasin

Dapati Dua Saudara Lumpuh Layu, Askolani Sangat Prihatin

Nampak Calon Bupati Banyuasin H Askolani SH MH saat mengunjungi Daud Dasyim (23) dan Hoiriah (13) buah hati pasangan Mat Zani (55) dan Nismawati (41) warga RT 02 RW 02 Desa Sukarela Kecamatan Rantau Bayur yang menderita lumpuh layu, Kamis 8/3

Pangkalan Balai, Banyuasinonline.com- Lakukan Blusukan di sejumlah Desa dalam Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Calon Bupati H. Askolani SH.MH didampingi tim pemenangnya dengan menaiki speedboat calon Bupati yang berpasangan dengan calon Wabup H. Slamet ini menyusuri sungai musi dan menemui masyarakat yang ada di sepanjang aliran sungai tersebut. Kamis (8/3).

Pada saat blusukan di Desa Sukarela, Politisi PDI Perjuangan ini mendapatkan dua kakak beradik yang menderita lumpuh layu, Daud Dasyim (23) dan Hoiriah (13) buah hati pasangan Mat Zani (55) dan Nismawati (41) warga RT 02 RW 02 Desa Sukarela Kecamatan Rantau Bayur.

Keduanya, menderita lumpuh sejak dilahirkan. Dan karena tidak adanya biaya membuat petani karet ini pasrah dengan kondisi kedua buah hatinya tersebut.

Dengan kondisi lumpuh layu tersebut,
Kedua kakak beradik ini hanya berdiam diri di rumah tidak bisa lepas dari kedua orang tuanya. Kondisi Daud, tubuhnya hanya tinggal kulit membalut tulang, kaki dan tanggannya tak bisa normal.

Tak hanya itu, sekujur tubuh, tangan dan kakinya muncul luka akibat gatal. Bahkan di bagian kakinya nampak koreng yang basah sedikit bernanah. Bukan hanya itu, Daud juga tak bisa berbicara.

Tak jauh berbeda dengan kakaknya, Hoiriah, pun tak bisa berdiri karena kondisi kakinya yang mengecil hingga tak bisa berdiri. Namun, Hoiriah sedikit lebih beruntung, dari sang kakak yang hanya tergolek lemah di tempat tidur. Hoiriah masih bisa duduk, bahkan mampu menjaga kakaknya saat kedua orang tuanya pergi menjadi buruh sadap karet.

Zaini mengatakan jika kondisi kedua anaknya itu sudah terjadi sejak dilahirkan. Meski telah berupaya untuk menyembuhkan anaknya, namun hingga kini tak membuahkan hasil. Akibatnya, pengobatan pun dihentikan sejak 4 tahun yang lalu.

“Sudah sejak dilahirkan kondisinya memang ada kelainan. Tapi Daud dan Hoiriah masih bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Bahkan masih bisa terdengar suaranya saat menangis. Tapi lama kelamaan makin kesini, Daud tak bisa lagi berbicara. Sedangkan Hoiriah hanya mengeluarkan suara isyarat saja kalau mau apa-apa,” jelasnya, saat Calon Bupati Banyuasin, Askolani menyambangi rumahnya, Kamis (8/3) kemarin.

Calon Bupati Banyuasin, Askolani yang berkesempatan menjenguk di kediaman dua kakak beradik itu,  sangat prihatin.

Menurut dia, keluarga miskin seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah. Maka dari itu, dirinya bersama H Slamet dalam visi misi Banyuasin Bangkit itu ada program Banyuasin Sejahtera. Didalam program ini ada Program sekolah da berobat gratis, santunan sosial masyarakat, dan meningkatkan tunjangan kepada Guru dan Honorer pemerintah.

“Cukup dengan e KTP Banyuasin, masyarakat sudah dapat menikmati layanan kesehatan dengan muda, “katanya.

Editor : FSS

Populer

STIA
Ke Atas