Hukum

Bukan Ancaman Tegal Binangun Gagalkan Asian Games

Warga Tegal Binangun menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (27/11/2017).

Palembang, Banyuasinonline.com – Menggunakan puluhan kendaraan roda dua dan roda empat, termasuk truk-truk serta bus-bus ribuan pendemo mendatangi kantor Gubenur Sumsel Senin (27/11/2017), warga Tegal Binangun menuntut tetap menjadi bagian dari Palembang.

Pantauan detiksumsel.com, ribuan massa ini sambil membawa kambing dan tiga keranda jenazah menandakan telah mati keadilan bagi masyarakat Tegal Binangun. Massa yang terdiri dari orang tua sampai anak-anak ini menuntut Tegal Binangun kembali ke Kota Palembang.

“Kami orang Palembang, bukan orang Banyuasin, sampai kiamat tempat tinggal kami di Palembang,” tertulis di salah satu kertas tuntutannya.

Salah satu spaduk menggambarkan sejak dulu Tegal Binangun masuk wilayah Palembang. Hal ini terlihat banyak sekali sekolah-sekolah di Tegal Binangun yang berada di Palembang.

“Kepada bapak Gubernur untuk merespon tuntutan kami karena wargak akan bergejolak dan akan terjadi konflik, Kepada Gubernur Sumsel segera memutuskan layanan warga Tegal Binangun tetap di Palembang.

“Kalau Pak Gubernur tidak segera mengabulkan tuntutan kami, kami bukan mengancam tapi kami akan gagalkan Asian Games,” tegas Badrowi saat orasi di atas truk.

Salah satu anggota DPRD Kota Palembang asal partai Hanura, Hidayat Komsu juga melakukan orasi. Ia meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menerima tuntutan warga Tegal Binangun.

“Kami mohon kepada Pemprov segera melakukan kebijakan untuk mengembalikan Tegal Binangun. Kami nyatakan, Tegal Binangun adalah Palembang, Palembang adalah Tegal Binangun,” tegasnya.

Editor : Futri S. S

STIA
Ke Atas