Kriminal

Aparat Kepolisian Belum Tetapkan Pelaku Pembunuhan 5 Warga Muara Sugihan

Kantor Polda Sumatera Selatan (SUMSEL)

Aparat Kepolisian Belum Tetapkan Pelaku Pembunuhan 5 Warga Muara Sugihan

Banyuasin Online, Muara Sugihan – Lima korban pembunuhan yang dilakukan sangat sadis dan mayatnya ditemukan di perairan Banyuasin, yaitu Tamsir (65), Roipah (60), Kartini (37) Winarti (14) dan Yani (6) sudah dipastikan tinggal satu rumah di Desa Indrapura, Kecamatan Muara Sugihan. Hanya saja sampai saat ini mereka masih belum menetapkan siapa pelaku dalam kasus pembantaian tersebut.

Kelima mayat korban kini telah dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Sejauh ini tim gabungan terdiri Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Laboratorium Forensik (Labfor), Kepolisian Resor (Polres) dan Kepolisian Sektor (Polsek) masih fokus menyelidiki dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang didapatkan, Senin (16/5) kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga korban terlibat dalam jual beli lahan 4 kaveling di desa mereka dengan seseorang berinisial AM. Bukti itu dikuatkan dengan keberadaan AM dan istrinya Er, hilang dari rumah sejak mayat ditemukan.

Kemungkinan mereka terlibat sengketa karena 2 dari 4 kaveling lahan yang dibeli Tamsir tidak memiliki dokumen resmi. Kemungkinan dilatari hal ini hingga menyebabkan satu keluarga dibantai, yang sebelumnya kedua pihak sempat terjadi keributan.

Kapolres Banyuasin, AKBP Prasetyo R Purboyo mengatakan, pihaknya telah menyita beberapa benda yang diduga berkaitan dengan kejadian pembantaian di rumah korban untuk dikumpulkan agar dianalisa kembali yang mengarah tindak pidana kepada pelaku maupun korban.

Hal Itu berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim gabungan yang dipimpin Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga diikutsertakan Labfor, Polres dan Polsek, Senin (16/5) kemarin.

“Kita berharap benda-benda itu ‘berbicara’ sehingga dapat menghubungkan dengan peristiwa tindak pidana yang terjadi di TKP,” katanya.

Dia mengaku dari kasus itu sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi untuk mengambil keterangan baik itu keluarga korban dan beberapa nama yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Tim gabungan sekarang masih ada di TKP terus menggali keterangan semua saksi,” jelasnya.

Sementara untuk mengarah siapa pelaku tindak kejahatan tersebut, menurut dia ada beberapa indikasi yang terus akan dilidik dan masih didalami apabila ada berkaitan dengan hal itu akan segera diungkap ke publik.

“Kita tidak ingin terburu-buru menetapkan status seseorang sebelum memiliki bukti yang kuat. Dan kita juga sudah maksimal berusaha mencari keterangan saksi-saksi yang ada,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dari 5 korban pertama kali ditemukan, Tamsir dan Khoidah, Jumat (13/5), lalu Winarti keesokannya, Sabtu (14/5). Terakhir, Yani ditemukan Minggu (15/5). Semua mayat dibuang ke sungai di Jalur 14, Kecamatan Muara Sugihan.

Selanjutnya kembali ditemukan satu mayat lagi Senin (16/5) mengapung di sungai, awalnya korban sulit dikenali karena bagian tubuh sudah rusak. Terakhir polisi meyakini kalau mayat terakhir ini adalah Kartini, anak korban Tamsir.(bo/pe)

STIA
Ke Atas