Berita Palembang

Angka Inflasi Tahun Kalender Kumulatif Kota Palembang, Sebesar 2,22 Persen

Kepala BPS Sumsel, Yos Rudiansyah, Senin (4/12/2017).

Palembang, Banyuasinonline.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan kembali merilis angka Inflasi tahun kalender kumulatif Kota Palembang sampai bulan November 2017 sebesar 2,22 persen. Dimana, komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar di Kota Palembang adalah beras.

Hal ini pun tak terlepas sejak adanya penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah, harga beras di wilayah Sumsel ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram dan jenis beras premium sebesar Rp 12.800 per kilogram. Kemudian, imbasnya terhadap ketersedian beras di Sumsel, meski secara daerah Sumsel merupakan penghasil beras.

“Beras duduki posisi pertama jenis komoditas yang memberi andil pada inflasi kota Palembang, andilnya 0,08 persen dengan perubahan harga sekitar 2,26 persen,” ujar Kepala BPS Sumsel, Yos Rudiansyah, Senin (4/12/2017).

Selain itu daging ayam ras dan bawang merah, menjadi komoditas penyumbang tertinggi lainnya, dengan angka inflasi mencapai 0,1605 persen.

Tidak hanya beras, yang memberi andil pada inflasi Kota Palembang di November 2017, angkutan udara juga mengalami perubahan harga sebesar 11,92 persen. Angkutan udara menempati posisi kedua penyokong inflasi.

Sementara itu, selain Palembang, inflasi tahun kalender (kumulatif) Kota Lubuk Linggau sampai bulan November 2017 sebesar 3,19 persen. Sedangkan angka inflasi jika dibandingkan November 2017 terhadap November 2016 sebesar 3,30 persen. Komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar di Kota Lubuk Linggau antara lain, beras, rokok kretek filter, cabe merah, siomay, dan bawang merah.

Inflasi tahun kalender kumulatif Provinsi Sumatera Selatan sampai bulan November 2017 sebesar 2,32 persen dan untuk inflasi sebesar 2,94 persen.

Berdasarkan pantauan harga selama bulan November 2017 pada 82 Kota IHK di Indonesia, menunjukkan 68 Kota IHK mengalami inflasi, sedangkan di 14 kota IHK terjadi deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Singaraja 1,80 persen, terendah di Kota Bekasi dan Palopo sebesar 0,02 persen.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual -2,74 persen dan terendah di Kota Manokwari sebesar 0,02 persen.

Editor : (FSS)

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

15 − fourteen =

STIA
Ke Atas