Kriminal

3 Tersangka Pembunuh Keluarga Tasir Ditangkap, Dua Lainnya Diduga Kabur Ke Jawa

Pelaku Pembunuhan 5 Mayat Muara Sugihan

3 Tersangka Pembunuh Keluarga Tasir Ditangkap, Dua Lainnya Diduga Kabur Ke Jawa

Banyuasin Online, Pangkalan Balai – Tiga dari lima tersangka (TSK) pembunuhan keluarga Tasir yang dibunuh dan ditenggelamkan menggunakan karung akhirnya ditangkap oleh pihak Kepolisian Polres Banyuasin, setelah melakukan pendalaman dan pengejaran kepada tersangka selama satu minggu. Ketiga TSK yang ditangkap merupakan eksekutor pembunuhan, sedangkan duanya lagi merupakan otak pelaku masih dalam pengejaran, dan info kabur kewilayah pulau Jawa.

Dari Pantauan Banyuasin Online, ketiga tersangka ini langsung dibawa ke Polres Banyuasin dengan pengawalan ketat, menggunakan mobil Toyota Kijang Innova berwarna hitam tanpa dengan kawalang dari Satuan Lalulintas Polres Banyuasin, selama dalam pengawalan ketiga tersangka juga didampingi oleh pihak kepolisian reserse kriminal dan tim khusus yang dibentuk oleh Polres Banyuasin untuk menangani hal ini.

Langsung ke tiga TSK tiba di Polres Banyuasin pada pukul 15.00 WIB, dan dibawa dengan pengamanan 10 orang polisi keruangan Unit PPA Reserse Kriminal Polres Banyuasin, untuk sekaligus memperlihatkan barang bukti yang sudah diamankan terlebih dahulu pagi ini (22/5) tiba.

Setelah itu ketiga korban langsung dibawa ke ruangan aula Polres Banyuasin dengan telah menggunakan baju tahanan Polres berwarna merah. Langsung Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Djarot Padacova mengatakan Polres Banyuasin dengan Polda Sumatera Selatan telah membentuk Tim Penyidik untuk menangani kasus ini, danpada hari ini telah menangkapo ketiga pelaku dari lima tersangka yang diburu terkait kasus pembunuhan satu keluarga yang dibunuh dalam karung ini.

“Polres Banyuasin yang di backup oleh Polda Sumsel sudah melakukan pendataan dan pemeriksaan, setelah melakukan pengejaran dalam beberapa hari dan ini hasilnya,” katanya saat menerangkan.

Dalam waktu satu minggu berhasil melakukan pengejaran dan penangkapan, ini karena pihak Kepolisian melakukan koordinasi dengan masyarakat dan pihak pemerintahan desa untuk mancari data para tersangkan dan kelanjutan pemeriksaan kasus ini, warga dihiumbau untuk memeriksa lokasi tempat tinggal dan tetangga mereka, apakah ada yang hilang atau tidak, dan baru mendapatkan info jika pada hari Sabtu (14/5) pukul 06.00 WIB, jika ada satu keluarga yang hilang, tepatnya di wilayah Jalur 16 Desa Indra Pura. Akhirnya pihak kepolisian Polres Banyuasin setelah mengumpulkan data berhasil mencium lokasi persembunyian mereka.

Seperti yang dikatakan oleh Kapolres Banyuasin AKP Prasetyo R Purboyo mengatakan, jika kasus pembunuhan ini sudah menemukan jalan terang, dengan berhasil ditangkapnya tiga dari lima tersangka, dan dua pelaku masih dikejar oleh pihak Kepolisian.

Untuk para tersangka yang ditangkap antara lain Purwanto ,22, yang merupakan eksekutor pembunuhan, dan TSK yang keduanya adalah Abdul Kohar ,19, juga selaku eksekutor, yang ketiga Nendi Mulyana ,17, juga memiliki peran sama dengan kedua tersangka sebelumnya. Diketahui mereka bertiga merupakan warga Desa Tirta Kencana Kecamatan Makarti Jaya Banyuasin. dan ketiganya sudah berhasil diamankan dan ditangkap oleh pihak Kepolisian Polres Banyuasin yang bekerjasama dan membentuk TIM Khusus gabungan.

Sedangkan untuk kedua tersangka yang masih dikejar antara lain Uuk dan Agus Mubarok, untuk tersangka Uuk sendiri masih belum diketahui alamat dan keberadaannya, sedangkan Agus Mubarok ,47, diketahui merupakan otak pelaku pembunuhan, merupakan warga jalur 18 Muara Sugihan yang masih DPO.

“Ketiga pelaku yang tertangkap merupakan para eksekutor yang bertugas membunuh kelima anggota keluarga tasir, sedangkan untuk Agus Mubarok dan Uut masih dalam pengejaran pihak kepolisian,” katanya.

Ketiga tersangka merupakan remaja putus sekolah, saat diamankan TSK Nendi Mulyana sempat ditembak dikaki sebelah kiri, kaena hendak kabur saat kedapatan bersembunyi di loteng oleh pihak Kepolisian Polres Banyuasin yang ingin menangkapnya, sedangkan kedua tersangka lain diamankan setelah mendapatkan keterangan dari Nendi. Selain itu juga ikut diamankan satu buah motor bebek merek Honda Revo Fit warna biru hitam BG 5505 JAB.

Dari pengakuan ketiga TSK, mereka membunuh kelurga Tasir di ruang tamu dengan alasan awal ingin bertamu, namun diketahui yang masuk kedalam rumah Agus Mubarok dengan alasan ingin menyelesaikan permasalahan tanah dengan Tasir, sedangkan para tersangka lain dan eksekutor berada diluar rumah depan pintu masuk ruang tamu, keempat tersangka melakukan eksekusi diruang tamu kepada kelima korban, terlihat saat olah TKP pihak Kepolisian menemukan ada bercak darah dari ruang tamu. Korban dipukul menggunakan kayu baluk yang ukurannya 1 meter lebih, pada bagian kepala, setelah korban tewas para korban langsung dimasukkan dalam karung oleh kelima tersangka.

“Korban dipukul dengan balok pada bagian kepala belakang, dan langsung dimasukan dalam karung untuk mengelabui warga saat dibawa ke sungai. Untuk motifnya, para tersangka ini tergiur dengan uang yang dikabarkan dimiliki oleh Tasir, senilai 600 – 700 juta, namun saat tersangka melakukan kegiatan yang sudah direncanakannya, mereka tidak mendapatkan apapun, karena uang yang dimiliki oleh Tasir ternyata dititipkan kepada salah satu warga yang dipercayanya,” kata Kapolres Banyuasin ini.

Kapolres Banyuasin menambahkan, jika pihak Kepolisian sempat mengubah pola pencarian terhadap para tersangka, karena semua keluarga Tasir didapatkan meninggal, namun setelah ada pengakuan dan informasi dari Sutarno, yang merupakan Ipar dari korban Tasir akhirnya mendapatkan titik terang, akhirnya pada hari Kamis Malam 12.00 tepatnya masuk pada hari Jumat, Abdul Kohar yang pertama ditangkap di wilayah Makarti Jaya. dan ikut diamankan juga Purwanto dan Nendi Mulyana pada hari Sabtu (21/5), setelah TIM Khusus yang dibentuk Kepolisian melakukan penyusuran.

Saat ditanya adakah keterkaitan menantu korban dengan kasus ini, Kapolres Banyuasin yang baru menjabat menggantikan Kapolres Lama ini menjawab jika akan melakukan pendalaman lanjutan dari ketiga TSK yang sudah diamankan ini, dan untuk hasil kedepannya mungkin saja bisa ada penemuan TSK atau data lain. Ketiga TSK ini dijerat dengan pasal 340 JO 365 KUHK dan pasal No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Ke Atas